Home > Karya > 3 Fragmen Tentang Jurnalis Indonesia
IMG_8074

Sejak abad ke 21, industri media mengalami perubahan yang cepat. Media-media dengan kapasitas finansial yang mapan mulai membangun diri dalam skala yang jauh lebih besar. Semakin lama bisnis media semakin besar dengan kepemilikan yang makin terkonsentrasi. Masyarakat mulai tenggelam dalam dunia yang dipenuhi oleh media.
Perubahan dalam struktur media serta prakteknya berpengaruh nyata pada isi media di Indonesia. Mengejar keuntungan menjuruskan media pada hegemoni dan trivialisasi (membuat sesuatu yang tidak penting). Isi pada media akan sering berbenturan dan menyesuaikan pada kepentingan bisnis yang mengejar keuntungan.
Hal ini menimbulkan dilema besar bagi perkembangan media di Indonesia. Wartawan sebagai garda depan penyampai berita dihadapkan pada satu keadaan sulit. Ideologi jurnalis harus pula saling tawar menawar dengan ketentuan-ketentuan dan selera media yang ia tempati. Hal ini yang membuat wartawan kehilangan perannya sebagai seorang punggawa kebenaran.
Dari persoalan itulah, kami akan mementaskan tiga drama pendek yang mengangkat dilematika dari tiga unsur penting dalam media dan jurnalisme: wartawan, masyarakat, dan pemilik media.

Ber(c)i(n)ta
Drama ini ditulis Zulfa Nasrulloh. Bercerita tentang intervensi pemilik media yang meminta wartawan memberitakan berita palsu demi kepentingan politik pemilik media.

Kabar Buruk
Drama karya Roby Aji ini bercerita tentang hidup wartawan idealis ketika berhadapan dengan kenyataan hidup yang serba kekurangan dan penuh kebutuhan.

Konspirasi
Drama ini merupakan parodi dari hasil investigasi Tim Kijang Putih ikhwal garis polisi yang telat dipasang dan upaya rekayasa motif kasus pembunuhan wartawan Udin. Kisah ini bermaksud menguliti ketololan polisi mengungkap kasus pembunuhan Udin yang sampai saat ini tidak jelas proses hukumnya.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*