Home > Karya > MAINFEST # 1
inv-mainfest-1

MAINFEST # 1 merupakan mainteater festival, di mana mainteater akan menyelenggarakan sebuah event yang di dalamnya mencakup pameran dokumentasi mainteater berupa naskah-naskah teater, poster, booklet dan video karya seni pertunjukan mainteater selama beberapa dasawarsa dan pertunjukan live serta pertunjukan dalam bentuk show case.

Mainfest akan menyuguhkan beberapa show case yang mengangkat wacana aktual yang terjadi di masyarakat. Selain aktual, naskah-naskah yang dipentaskan juga baru alias belum dipentaskan. Wacana urban menjadi sorotan utama yang akan diketengahkan.

Urbanisasi bukan hanya perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dari desa (kota kecil, daerah) ke kota besar (pusat pemerintahan) atau perubahan sifat suatu tempat dari suasana (cara hidup) desa ke suasana kota, melainkan menjadi ladang subur tumbuhnya peradaban baru. Urbanisasi kemudian menjadi masalah utama peradaban.

Mainfest ini digelar bukan untuk membenahi peradaban yang kian rumit, khususnya persoalan urban. Melainkan hanya sebuah jalan kecil menuju jalan-jalan lain untuk menemukan satu tujuan, yakni: keseimbangan budaya. Tentunya butuh pemecahan yang kompleks dan komprehensif dalam menangani persoalan urban. Melalui media seni teater diharapkan masyarakat terinterupsi dari hiruk pikuk kehidupan pasif. Setiap pertunjukan yang disajikan tidak semuanya menjawab setiap persoalan secara gamblang, tetapi justru memungkinkan untuk menawarkan persoalan-persoalan baru untuk direnungkan bersama-sama.

Sabtu – Minggu │12 – 13 November 2011 │Pkl. 10.00 – 22.00 WIB
Gedung Indonesia Menggugat │Jl. Perintis Kemerdekaan no. 5 Bandung

[ EXHIBITION ] │ Pkl. 10.00 – 20.00 WIB

Corner # 1 >> Sketch & Stage Miniature “ GOD IS A DJ “ │ “DISCO PIGS” │ “ UNTER EIS” │ “ ELECTRONIC CITY” │ “ LADANG PERMINUS “ │ Video Compilation mainteater show

Corner # 2 >> Art Project & Multimedia “ GOD IS A DJ “ │ Art Installation “ KURUSERTA SUATU KETIKA “ │ Art Installation “WORLD WITHOUT WORDS “ │ Art Installation “TUKANG CUCI “ │ Art Exhibition/ Showcase mainteater

[ SHOW ON STAGE ]

“ TUKANG CUCI “ [Karya: Mardi Luhung│Sutradara: Sahlan Bahuy]
Sabtu 12 November 2011 Pkl 15.30 WIB

SINOPSIS │Apa yang terbayang dalam benak anda ketika mendengar kata “tukang cuci”: profesi seorang perempuan tua yang memberikan jasa mencuci pakaian siapa pun yang membutuhkan jasanya? Salah!

Tukang cuci yang satu ini adalah laki-laki bernama Tukang Cuci yang hanya mencuci pakaian istrinya. Atas dasar kesadaran tak terumuskan terhadap Istrinya lah yang membuatnya rela menjadi tukang cuci. Meski Istrinya kini menjelma ikan paus, penyuka aksesoris mawar yang menempel pada pakaian, pengoleksi bra ekstra besar, pemilik rok yang terbuat dari bahan seragam serdadu, dan doyan minta dipulangkan pada orang tuanya yang menjadi pengungsi tetap korban bencana.

Inilah kisah jenaka karya mardi luhung tentang paradoks relasional lazimnya pasangan suami istri. Dikemas meracau dengan menceritakan segala tetek bengek yang berkaitan dan atau tidak berkaiatan sama sekali dengan pakaian istrinya yang sedang dicuci.

“ KURUSETRA SUATU KETIKA “ [Karya/Sutradara: Arya Sanjaya]
Sabtu 12 November 2011 Pkl 19.30 WIB

SINOPSIS │Saat Bhisma masih menunggu sang surya menuju uttarayana untuk kembali ke alam sunya, masa lalu menghampirinya lewat dialognya dengan Basukarna, yang pada malam itu datang padanya untuk mohon restu karena dia diangkat menjadi senapati ing laga wangsa Kurawa, menggantikan Bhisma.

Lewat perbincangan yang penuh gugat, terkuak juga sebuah peristiwa yang melibatkan Dewi Amba, yang pada reinkarnasinya kemudian menjadi Srikandi, pada siapa Bhisma pernah berjanji tak akan melakukan perlawanan pada pertemuan mereka di padang Kurusetra kelak.

“ WORLD WITHOUT WORDS “ [Karya: Dea Loher│Penerjemah/Monolog: Heliana Sinaga│Konsultan Seni Rupa: Heru Hikayat]
Minggu 13 November 2011 Pkl 15.30 WIB

SINOPSIS │

Pelukis berinisial R.

Pelukis berinisial K.

Keduanya sama-sama memiliki karya rupa yang khas dan menarik. Namun kedua pelukis tersebut punya prinsip hidup yang bertolak belakang. Mereka saling mengagumi sekaligus menyimpan iri.

Suatu ketika mereka larut dalam pikirannya masing-masing: ingatan pada masa perang yang kelam: tentara yang berpatroli, bau mesiu, orang orang yang terluka, darah, semua merah, semua hitam!!!

R & K mempertanyakan dimana itu kebahagiaan, dimana itu rasa sakit: Abu-abu, karena itu di dalam dunia mereka hanya ada Hitam, Putih, Merah, Coklat; GAMBAR.

“ GOD IS A DJ “ [Karya: Falk Richter; Sutradara: Deden Syarief│Dramaturg: Wawan Sofwan]
Minggu 13 November 2011 Pkl 19.30 WIB)

SINOPSIS │2 orang seniman. Seniman laki laki berprofesi sebagai digital Jockey (DJ) dan seniman perempuan yang berprofesi sebagai film maker. Mereka terpilih dalam sebuah kompetisi dan berkumpul dalam satu studio untuk berkolaborasi. Mereka membuat karya karya berdasarkan pengalaman masing-masing (sebelum dan selama mereka berada dalam studio itu). Mereka tidur, makan, memasak dan membuat karya di studio tersebut. Aktivitas keseharian mereka dikolaborasikan dalam sebuah karya. Sehingga kehidupan pribadi dan karya sudah tak bisa dibedakan lagi. Dalam jangka waktu tertentu, sang produser mengundang para penonton untuk datang ke studio tersebut untuk mendengarkan cerita dan proses kreativ mereka.

Dalam pandangan Falk Richter, DJ seperti Tuhan. Ketika Dj memainkan musik, orang-orang mengikuti irama musik tersebut. Lalu ketika Dj mengubah musiknya, maka orang-orang akan merubah pola geraknya. Setiap jenis musik yang dimainkan oleh Dj, pasti diikuti oleh gerak pendengarnya. Pada saat itulah DJ menjadi seperti tuhan.

GRATIS!

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*