Home > Proses Garap > PENCIPTAAN RUANG BERMAIN YANG TEATERAL

Kabupaten Bone memiliki kekayaan budaya yang sangat kaya. Salah satunya adalah permainan rakyat tradisional Bugis. Misalnya, MADDAGA atau MARRAGA, MAGGASING, MACCUKKE MAGGULACENG, MAPPABBITTE atau MASSAWUNG MANU’, MAGGALE’, MALLOGO, MASSALLO, MABBANGNGA dan masih banyak puluhan permainan tradisional lainnya. Namun sekarang ini, permainan tradisional itu hampir terpinggirkan dan tergantikan oleh permainan modern. Padahal di balik permainan-permainan itu terkandung nilai-nilai pendidikan berikut manfaat bagi perkembangan jiwa, fisik, dan mental anak.

Kesadaran dalam mengangkat nilai-nilai permainan tradisional dengan media seni teater di kalangan anak-anak terasa perlu ditanamkan sejak dini sebagai pendidikan alternatif bagi anak. Pendidikan adalah suatu proses enkulturasi, yang mempunyai peran strategis dalam mewariskan nilai-nilai termasuk di dalamnya nilai seni dan budaya. Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa pada anak-anak sangat penting sebagai pondasi dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi derasnya arus globalisasi, di mana agresi budaya asing melalui ikon-ikon tertentu dikhawatirkan dapat mengikis kecintaan anak-anak pada potensi budaya.

Berdasarkan fenomena itu, kami ingin berkonstribusi untuk mengenalkan dan melestarikan kembali permainan rakyat tradisional sebagai sarana bermain sekaligus arena belajar bagi anak. Selain pendidikan formal (PAUD, TK, SD, SMP, SMA), anak-anak juga membutuhkan ruang pendidikan informal untuk meningkatkan kualitas pendidikannya. Pendidikan informal itu salah satunya adalah ruang belajar dan bermain dengan pendekatan permainan tradisional. Oleh karena itu, lewat media teater kami ingin mengangkat permainan tradisional sebagai sarana primer pendidikan anak-anak. Lewat media teater dan permainan tradisional, segala ilmu pengetahuan tidak sekedar dapat diserap oleh anak melainkan bisa langsung dilakukan, dirasakan, dihayati, melalui tubuh dan jiwanya.

MANFAAT TEATER DAN PERMAINAN TRADISIONAL BAGI PENDIDIKAN ANAK

Teater dan permainan tradisional memiliki manfaat yang sangat kaya bagi masyarakat, di antaranya berkaitan dengan dunia pendidikan. Seni teater merupakan seni yang mengandung kekayaan etik, estetik, dan puitik. Teater bagi anak-anak bisa menjadi media potensial dalam menanamkan nilai-nilai kultural, mampu meningkatkan kecerdasan intelektual, merangsang kepekaan rasa terhadap lingkungan sekitar, dan memberikan ruang kontemplatif agar senantiasa kritis terhadap realitas sosial. Teater bagi anak-anak dapat memberikan ruang pengalaman yang sangat kaya dalam menghadapi kompleksitas kehidupan manusia. Mampu mengenalkan pelbagai macam latar belakang peristiwa dan lingkungan sosial. Mengenal pelbagai macam problematika kehidupan manusia. Mengenal dan memahami kekayaan nilai, rasa, norma, dan moral sehingga dapat menanamkan rasa arif dan bijaksana kemudian merefleksikannya dalam kehidupan nyata.

Permainan tradisional selain menjadi arena bermain bagi anak-anak, juga mempunyai peran potensial bagi perkembangan pendidikan anak. Banyak sekali manfaat dari permainan tradisional. Misalnya, anak menjadi lebih kreatif, bisa digunakan sebagai terapi bagi anak, mengembangkan kecerdasan majemuk anak, mengembangkan kecerdasan intelektual anak, mengembangkan kecerdasan emosi dan antar personal anak, mengasah emosi sehingga timbul rasa toleransi dan empati terhadap orang lain, nyaman dan terbiasa dalam kelompok. Permainan tradisional menanamkan sebuah pola pendidikan masyarakat agar seorang anak mampu mengenal dirinya, lingkungannya, dan Tuhannya.

RENCANA KEGIATAN

Kami bersama kelompok masyarakat marjinal di kabupaten Bone akan berkolaborasi dalam proses penciptaan ruang bermain yang teateral. Penciptaan ruang bermain di sini tidak semata menciptakan sebuah ruang/tempat (yang berwujud) seperti pekarangan bermain atau pelataran bermain saja melainkan juga menciptakan sebuah ruang/tempat (nirwujud) yang teateral, yakni kebersamaan, kerja keras, memaknai hidup dan nilai-nilai kehidupan sehingga mampu menciptakan ruang yang edukatif, menyenangkan, nyaman, tentram, dan kondusif.

Oleh karena itu, sebagai implementasi konkret kami bersama kelompok marginal akan menciptakan sebuah pertunjukan teater berdasarkan pada permainan tradisional Bugis. Penciptaan teater ini sebagai arena bermain dan belajar bagi masyarakat setempat berdasarkan pada permainan-permainan tradisional Bugis. Proses penciptaan teater ini dilakukan dengan prinsip kerja kreatif laboratory, seperti riset dan workshop. Semua tim kerja kreatif dalam penciptaan teater ini akan melibatkan masyarakat setempat.

Selain upaya melestarikan permainan tradisional Bugis, proyek ini juga bermaksud memberikan pendidikan alternatif bagi anak-anak lewat media teater. Kami bersama masyarakat marjinal akan bahu membahu meriset dan mendata segala bentuk permainan tradisional yang ada di Bone kemudian dikenalkan kembali kepada anak-anak. Selanjutnya, permainan tradisional yang telah terdata dipilah dan dipilih kemudian disusun kembali sehingga tercipta peristiwa dramatik untuk dijadikan sebuah pertunjukan teater yang mengandung pesan dan nilai.

Kelompok masyarakat marjinal ini akan dibagi dua kelompok: kelompok anak dan kelompok dewasa. Kelompok anak adalah pelaku dalam permainan sedangkan untuk kelompok dewasa adalah sebagai narasumber dan pembuat mainan.

Dalam proses penciptaan teater ini, kami akan memberikan pelatihan/workshop tentang teater dan permainan tradisional. Pelatihan/Workshop teater diberikan langsung oleh tim kami kepada kelompok marjinal setempat untuk belajar dasar-dasar seni pemeranan, penciptaan artistik panggung, penciptaan kostum dan elemen-elemen lain dalam seni pertunjukan. Sedangkan untuk pelatihan permainan tradisional, narasumbernya yaitu tim kami dan kelompok dewasa yang telah bersama-sama melakukan riset permainan tradisional. Hasil riset itu kemudian diaplikasikan dengan memberikan pelatihan permainan tradisional kepada kelompok anak.

Selama kegiatan berlangsung kami bersama masyarakat marjinal akan membuat pekarangan bermain untuk dijadikan pusat aktifitas pengkajian mainan dan permainan serta sarana bermain ataupun pertunjukan permainan.

TUJUAN KEGIATAN

• Penciptaan teater kontemporer berdasarkan permainan-permainan tradisional dengan prinsip kerja kreatif laboratory.
• Penciptaan teater ini sebagai upaya mengenalkan kembali warisan budaya leluhur, yakni permainan tradisional.
• Proses penciptaan teater ini sebagai arena bermain dan belajar terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional sekaligus mengkonservasi dan menginovasinya.
• Menanamkan kearifan lokal guna menyadarkan pentingnya kehidupan multikultural.
• Melestarikan produk mainan rakyat sebagai artefak budaya agar tidak punah dan tetap lestari.
• Melakukan pemberdayaan budaya bermain anak melalui pelatihan untuk anak-anak agar budaya bermain yang berbasis budaya lokal tetap bertahan.
• Mengembangkan produk mainan rakyat sebagai dasar pengembangan mainan anak yang ada untuk kebutuhan dalam dunia pendidikan.
• Membuat pekarangan bermain sebagai pusat aktifitas pengkajian mainan dan permainan serta sarana bermain ataupun pertunjukan permainan

HASIL KEGIATAN

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah:
• Masyarakat menjadi lebih paham tentang pentingnya permainan tradisional bagi pendidikan anak
• Mampu memperkaya kualitas pendidikan berbasis budaya dan karakter bangsa pada anak-anak sebagai pondasi dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi derasnya arus globalisasi
• Terjadinya proses pembelajaran bersama dalam rangka mengembangkan gagasan-gagasan kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis budaya lokal
• Mampu mendokumentasikan, melestarikan dan mempopulerkan permainan tradisional dalam bentuk buku sederhana dan rekaman video tentang permainan tradisional Bugis.
• Terlaksananya kesinambungan pembinaan budaya bermain anak berbasis budaya lokal (permainan tradisional)
• Meluasnya komunitas seni budaya yang berbasis budaya lokal
• Menjadi tempat kunjungan alternatif pendidikan berbasis budaya lokal.
• Penciptaan teater yang melibatkan proses kreatif berdasarkan lintas kultur.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*