Home > Profil

Mainteater Bandung adalah lembaga nirlaba yang dibentuk tahun 1995 oleh beberapa teaterawan dari Indonesia dan Australia, mainteater telah menjelajahi beragam kemungkinan pementasan, antara lain: pementasan teater untuk anak-anak, penyajian monolog yang berangkat dari akar tradisi, pemanggungan naskah Indonesia dalam dua bahasa, serta pengadaptasian monolog ke dalam bentuk teater fiskal tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Auslan), serta naskah-naskah baru yang belum pernah dipentaskan di Indonesia dan naskah lama dengan intrepretasi baru. Proses kreatifnya mengangkat potensi multikultural dan cross culture yang ada di masyarakat dan dapat mempresentasikan karya dalam konteks budaya yang luas.

PROGRAM YANG DIRAIH 5 TAHUN TERAKHIR

  • Mementaskan Poetry Performing Arts “Urat Jagat/Veins of the Universe” karya Godi Suwarna (2015). Karya ini merupakan kolaborasi dengan seniman-seniman dari Melbourne, Australia. Kegiatan ini didukung oleh Multicultural Arts Victoria.
  • Membuat teater pemberdayaan masyarakat di Bone, Sulawesi Selatan (2014). Kegiatan ini didukung oleh Yayasan Kelola, PSF, PNMPM
  • Mementaskan naskah kontemporer Norwegia berjudul “Kembali/Tilbakekomstene” karya Fredrik Brattberg. Kegiatan ini dilengkapi dengan seminar internasional bertajuk “Perkembangan Drama Modern Indonesia dan Norwegia”. Kegiatan ini didukung Kedubes Norwegia.
  • Membuat program pemberdayaan anak-anak jalanan kota Bandung di bidang musik. Memberikan pelatihan musik dan teater. Mainteater bekerja sama dengan Ubuntu (Belanda) Common Room, dan Rumah Musik Harry Roesli (2013)
  • Membuat program pemberdayaan anak-anak jalanan kota Bandung di bidang teater. Memberikan pelatihan menulis, musik dan teater. Mainteater bekerja sama dengan Ubuntu (Belanda) dan Yayasan Bahtera (2011)
  • Meraih Hibah Seni Inovatif dari Kelola-Hivos untuk pementasan Di Bawah Lapisan Es karya Falk Richter (2009)
  • Pentas Ladang Perminus karya Ramadhan KH di Bandung, Semarang dan Jakarta (2009).Pementasan ini bertujuan sebagai bentuk kampanye anti korupsi pada para pelajar. Mainteater berkerja sama dengan Perkumpulan Seni Indonesia, Indonesia Corruption Watch, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, dan Perkumpulan Praxis.
  • Pentas Keliling Electronic City karya Falk Richter di Bandung, Surabaya, Bali dan Jakarta (2008) dengan sponsor Goethe Institut Jakarta.
  • Pentas Sandekala karya Godi Suwarna di Bandung dan Jakarta (2008). Pementasan ini bertujuan sebagai bentuk kampanye anti korupsi pada publik. Mainteater berkerja sama dengan Indonesian Corruption Watch, Perkumpulan Seni Indonesia, WALHI dan didukung oleh ELSAM, INFID, Perkumpulan Praxis, Voice of Human Rights, Transparancy International Indonesia.