Home > Karya > Biografi > Sekilas tentang WW Jacobs
Picture of W. W. Jacobs.jpg

Doc : wIkipedia.org

Oleh Yopi Setia Umbara*

WW Jacobs adalah nama pena dari William Wymark Jacobs. Ia merupakan salah seorang sastrawan Inggris modern yang penting. Dikenal sebagai penulis prosa. Karya-karyanya banyak dituangkan dalam bentuk cerita pendek (cerpen) dan novel. Salah satu karyanya yang paling populer adalah The Monkey’s Paw.

Jacobs lahir pada 8 September 1863 di Wapping, London. Ia wafat pada usia 79 tahun, tepatnya pada 1 September 1943 di Hornsey, Islington, London. Selama hayatnya ia telah banyak menulis karya-karya prosa yang cukup menarik perhatian pengamat sastra di Inggris.

Saat Jacobs masih kecil, ia dipanggil W.W. oleh teman-temannya. Ia lahir dari keluarga besar, namun bukan keluarga mapan. Ia dikenal sebagai anak pemalu dan cenderung pendiam. Masa kecilnya tersebut ia refleksikan dalam kumpulan cerpennya Light Freights yang terbit pada tahun 1901.

Pada masa awal karir kepenulisannya, untuk menutupi kebutuhan finansialnya Jacobs bekerja sebagai pelayan sipil honorer. Hasil pekerjaannya itu sedikit demi sedikit ia sisihkan untuk ditabung di bank.

Namun, Light Freights bukanlah karya awal Jacobs. Kumpulan cerita pendek pertamanya adalah Many Cargoes terbit pada tahun 1896. Kesuksesan menerbitkan kumpulan cerpennya itu dilanjutkan dengan menerbitkan novelet The Skipper’s Wooig pada tahun 1897. Kemudian pada tahun 1988 ia juga berhasil menerbitkan kemballi sebuah kumpulan cerpen Sea Urchins.

Sampai tiga buah buah buku, dua kumpulan cerpen dan satu novelet yang sukses ia terbitkan membuatnya cukup percaya diri untuk meninggalkan pekerjaan yang selama itu menjadi sumber mata pencaharian. Sejak saat itu ia memilih menjadi seorang penulis.

Tiga tahun berselang setelah novelet pertamanya terbit atau pada tahun 1900, Jacobs bahkan menikahi seorang gadis. Agnes Eleanor, nama gadis yang dipersuntingnya adalah aktivis suffragate (kelompok perempuan yang menuntut kesetaraan profesi di Inggris pada masa itu). Dari hasil pernikahannya itu ia dikaruanai dua orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan.

Dari sekian banyak karya Jacobs, para pengamat di Inggris menyebutkan bahwa novelet At Sunwich Port (1902) dan Dialstone (1904) merupakan karya terbaiknya. Kedua buah novelet tersebut menunjukan kemapanannya sebagai seorang pengarang. Ia mampu menyajikan bakatnya yang unggul, cermat dalam memyusun karakter serta menyuguhkan situasi satir.

Latar belakangnya yang miskin, membuat Jacobs akrab dengan kehidupan kalangan bawah di Inggris. Oleh karena itu, ia sering merepresentasikan kehidupan marjinal di negerinya terebut dalam cerita-cerita yang dikarangnya. Tidak jarang setiap ceritanya menyajikan kejutan-kejutan tak terduga dan mencengangkan pembacanya.

Jejak panjang Jacobs dalam kesusastraan modern Inggris telah menjadi catatan tersendiri, dimana ia mampu menunjukan pengaruh karya-karyanya kepada kesusastraan modern negeri Ratu Elizabeth itu. Bahkan, hingga hari ini.

Selain karya-karya yang telah disebutkan di atas, adalah cerpen “The Monkey’s Paw” yang termasuk dalam kumpulan cerpen The Lady of The Barge (1902). Seperti cerpen-cerpen lain yang terdapat dalam kumpulan The Lady of The Barge, cerpen “The Monkey’s Paw” juga bernuansa horor. Rupanya nuansa yang ia sajikan tersebut berhasil mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para penikmat sastra. Malah, bukan hanya penikmat sastra di negeri yang kini terkenal dengan liga sepakbolanya yang terbaik sedunia itu saja, tetapi apresiasi itu datang juga dari berbagai belahan dunia lain.

“The Monkey’s Paw” telah sering diadaptasi ke dalam pertunjukan drama oleh banyak kelompok teater di dunia. Butuh daftar panjang untuk menguraikan banyaknya karya adaptasi dari cerpen ini. Pada tahun 2013 cerpen ini diangkat ke layar lebar oleh salahsatu rumah produksi di Hollywood dengan judul yang sama, disutradarai oleh Brett Simmons.

Maka dari, Mainteater mencoba untuk memperkenalkan WW Jacobs kepada publik Indonesia dengan mengadaptasi cerpen “The Monkey’s Paw” ke dalam sebuah pertunjukan drama. Semoga upaya ini dapat memancing publik Indonesia untuk menelusuri karya lainnya dari salahsatu pengarang penting Inggris ini.

………………
*Yopi Setia Umbara, penasehat literatur Mainteater

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*