Home > timkreatif > Heliana Sinaga
Heliana Sinaga
Direktur Umum

Mulai aktif terlibat di dunia teater sejak tahun 2005 sebagai Sutradara, Pemain, Produser, Manager Panggung dan Penerjemah naskah teater berbahasa Jerman. Terlibat dalam berbagai komunitas & yayasan antara lain: Mainteater Bandung, Titimangsa Foundation, Teater Lakon, Teater Tujuh Damar, The Indonesian Children Choir, Gita Svara, Gathaya Performing Arts, Yayasan Titian Penerus Bangsa & Mainmonolog.

Saat ini, menjabat sebagai Direktur Umum di Mainteater Bandung.
Beberapa naskah teater yang diterjemahkan dan telah dipentaskan oleh beberapa kelompok
teater di Bandung antara lain naskah Sektor Ketiga (Dea Loher), Dunia Tanpa Kata, An Art and War Criticism (Dea Loher), Di Bawah Lapisan Es (Falk Richter), Bella, Bos, Bulli (Volker Ludwig), Aua (Putu Wijaya), Liebes Geschichte (Arifin C. Noor).
Heliana belajar bahasa dan teater di Volkhochschule, Munich, Jerman (2007 – 2008) dan
mendapat beasiswa dari Goethe Institut untuk mengikuti workshop teater & penerjemahan
naskah drama di Mülheimer Theater Festival, (Jerman, 2010) & mengikuti workshop subtitle
film berbahasa Jerman (2011)

Berikut informasi kekaryaannya:

SEBAGAI AKTOR:

Hades Fading/Hades Memudar (Melbourne & Bandung, 2019-2020), Monolog Suara-Suara:
Eva, Maria, Desdemona (Jakarta, Bandung 2018-2019), Drupadi (Bandung, 2017), Veins Of
The Universe (Bandung, Jakarta, Bali, Melbourne- 2015-2016), Monolog Shinta (Tegal, 2016),
Microcosm (Melbourne, 2016), Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer (Jakarta, 2014 ), Aku
Adalah Perempuan (Jakarta, 2014) Rumah Boneka (Bandung, Timor Leste, Aceh, 2012-2013),
Dunia Tanpa Kata-Kata, (Bandung, 2012), Kabayan Jadi Presiden, (Jakarta 2012), Monolog Ah
(Solo, 2010), Balada Ritus Waktu (Surabaya 2010), Monolog Cahaya (Bandung, 2010), Kiamat
Atawa Dunia Sebentar lagi Berakhir (Bandung, 2010), Ladang Perminus(Solo, Surabaya 2009),
Electronic City (Bandung, Jakarta, Bali, Surabaya, 2008), Perang Bubat (Jakarta & Bandung ,
2007), Monolog Markendos (Bandung, 2007), Ibu (Bandung, 2006), Sampah (Bandung, 2006),
100 Hari Kerja Presiden (Bandung, 2006), Umar Bakrie (Bandung, 2006), Panganten (Bandung,
2006) ), Anak-Anak Di Kota Mati (Bandung, 2005), Aids (Bogor, 2005), Roti Buaya (Bandung
2005), Denting Kopi (Jogjakarta 2005), Kebebasan (Palembang, 2005)

SEBAGAI SUTRADARA :
Fashion For Words (Jakarta, 2019), Siluet Sjahrir (2018), Sastra: Melihat Masa Lalu, Melihat
Masa Kini (Jakarta, 2018), Dunia Tanpa Kata (Bandung, 2012), Wujudkan Mimpimu (Bandung,
2011), Monolog Ah (Solo, 2010), Monolog Cahaya (Bandung, 2010), Sampah (Bandung 2006),
Ibu (Bandung, 2006).

SEBAGAI ASISTEN SUTRADARA :
Monolog Wanodja Sunda (Bandung, 2020), La La Love (Jakarta, 2019), Cinta Tak Pernah
Sederhana (Jakarta, 2019), Beratap Bumi Beralas Langit (Jakarta, 2019), Bunga Penutup Abad
(Jakarta, 2018), Ronggeng Kulawu (Jakarta & Bandung 2018), Hut 70th Regina Pacis Bogor
(Bogor, 2018), Kolaborasi Rampak Kendang, Kuda Lumping & Marching Band (Jakarta, 2018),
Episode: Tarung, Stripping & Rubberneck (Jakarta, 2018), Citraresmi (Bandung, 2017),
Monolog Sukarno, Sekarang Atau Tidak Sama Sekali! (Jakarta, Bandung, 2017), Musikal Suara
Hati (Jakarta, 2017), Ladang Perminus (Bandung, Jakarta, Solo, 2009), Kunang-Kunang di
Manhattam (Bandung, 2010) dll
SEBAGAI PRODUSER :
Cahaya Memintas Malam/The Light Within A Night (Bandung, Bali, Melbourne, 2017),
Monolog Tan Malaka, Saya Rusa Berbulu Merah (Bandung, 2016), Veins Of The Universe
(Bandung, Jakarta, Bali, 2015), Carita Pole Ri Seddi Wanua (Bone, 2013), Kembali (Bandung,
2013), La Nuit d’amour (Bandung, 2013) Pohon Mimpi dan Para Pengungsi (2012), Drama
Tanda Tanya (2011), Denting Kopi (Jogjakarta, 2005), Kebebasan (Palembang, 2005 ).

SEBAGAI MANAJER PANGGUNG di Produksi Teater :
Titik Temu Belitung (Belitung, 2019), Nyanyi Sunyi Revolusi (Jakara, 2019), Bunga Penutup
Abad (Jakarta-2016), Ngagorowokeun Gaok (Bandung, 2015), Subversif (Jakarta, 2014),
Monolog Inggit (Bandung, Depok, Jakarta, 2011-2014), Sang Kuriang (Jakarta, 2013), Rumah
Boneka (Jakarta, 2011), Mereka Memanggilku Nyai Ontosoroh (2010), Kerajaan Burung
(Jakarta, 2010), Ladang Perminus (2009) dan berbagai event corperate.
SEBAGAI DRAMATURG : Kiamat atawa Dunia Sebentar Lagi Berakhir karya Jura Sofjer.